Kemala Hayati
Saya Kemala Hayati, seorang seniman tekstil. Saya lahir dan dibesarkan di Kalimantan Barat. Tumbuh di tengah keluarga-keluarga masyarakat adat serta dikelilingi keindahan alam membentuk cara pandang, visi, dan ketertarikan saya dalam berkarya yang terinspirasi oleh lingkungan tersebut.


Judul : Ula’an
Media : Iron frame, wire, thread, knitting, hand-stitched, embroidery on Monk
Ukuran : 50 cm x 50 cm x 90 cm
Tahun : 2024
Menggantung seperti tubuh yang melayang dalam arus tak terlihat, karya ini menyuarakan alam sungai yang liar dan sarat makna dari Kalimantan Barat. Instalasi tekstil ini terinspirasi dari dinamika pertemuan dua sungai besar di jantung Pontianak: Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Titik temu ini bukan sekadar persimpangan geografis, melainkan pertemuan energi, budaya, dan sejarah yang telah membentuk identitas kota.
Tekstil tiga dimensi yang menggambarkan dinamika sungai dan pusaran air di Kalimantan Barat. Bentuk menggumpal dan menggantung menyerupai massa air yang berputar, mencerminkan kekuatan arus sungai yang tak terduga dan penuh kehidupan. Material rajutan dan benang dengan tekstur bervariasi merepresentasikan elemen-elemen alami seperti riak air, lumut, batuan sungai, dan pusaran deras yang kerap muncul di pertemuan arus. Warna ungu tua, biru, hijau, dan putih menyimbolkan kedalaman air, vegetasi liar di tepian, serta buih-buih yang muncul di tengah arus kuat.
Tali-tali melingkar menyerupai gelombang dan akar yang terbawa arus, memperkuat kesan gerakan dan keterikatan ekosistem yang saling bergantung. Karya ini tidak hanya merepresentasikan keindahan visual sungai di Kalimantan Barat, tetapi juga mengajak kita merenungi kekuatan alam dan pentingnya menjaga harmoni dengan lingkungan yang terus bergerak dan berubah. menghadirkan sungai bukan sekadar sebagai lanskap alam, melainkan sebagai ruang spiritual, ekosistem yang rapuh, dan tubuh yang menyimpan cerita manusia.
